Selasa, 28 September 2010

LIFE! On the Scene

1.

Date: August 22nd, 1985
Scene: The Birth of Mahir Pradana
Take: 1

Description:

Seorang bayi lahir ke dunia. Ayahnya memberi nama 'Mahir' di depan nama 'Pradana'. Tidak ada nama keluarga. Apalagi nama ayahnya.

2.

Date: December 10th, 1996
Scene: Mahir's Fifth Grade
Take: 57

Description:

Mahir mulai merasa muak dengan nama depannya. Dia sering mengeluh, mengapa ayahnya tidak memberinya nama yang normal dan umum saja? Adit misalnya, atau Budi. Daripada Mahir, susah diucapkan. Lagipula sering menjadi bahan olok-olok teman-teman di sekolahnya.

3.

Date: February 4th, 2005
Scene: Mahir's at the University
Take: 109

Description:

Mahir di bangku kuliah. Dia semakin sebal dengan namanya yang berbeda dengan nama anak laki-laki pada umumnya. Ditambah lagi, dia menemukan kenyataan bahwa kata 'Mahir' sebenarnya mengandung arti yang dalam dan beban yang berat. Dia sering menyadari itu jika dosen-dosennya mengecek daftar nama mahasiswa, lalu pasti berhenti sejenak untuk kemudian bertanya, "Mahir apa kamu?"

4.

Date: September 29th, 2010
Scene: Mahir's at Work
Take: 41

Description:

Mahir di usianya yang ke-seperempat abad. Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan penerbit buku. Namun, kebanggaan sudah sering menyelimutinya setiap kali melihat 'nama'-nya terpampang di berbagai jenis buku yang diproduksi. 'Mahir Menguasai Bahasa Inggris. 'Mahir Bermain Gitar.' 'Mahir Mengelola Keuangan.' Mahir sudah menyadari, betapa beruntungnya dia dengan nama depannya itu. Nama itu bukanlah beban, melainkan doa baik yang selalu menyertai setiap langkah hidupnya. :)

<_mp_>

2 komentar:

Anonim mengatakan...

"Mahir" itu adalah nama yang indah :)

inirini mengatakan...

bagus...
ingin bisa lebih mendalami kertas dan kata. Karena masih minim sekali ilmuku di bidang ini..