Senin, 20 September 2010

RIP: Mula Harahap

Pada Hari Kamis, 16 September 2010 yang lalu, saya kehilangan seorang atasan, sekaligus ayah, sekaligus mentor dan teman yang baik. Beliau bernama Mula Harahap. Di kalangan perbukuan Indonesia, beliau sangat dihormati. Karena kecerdasan dan gagasan-gagasannya, atau mungkin juga karena kepribadiannya yang sangat unik, dalam pengertian positif.

Nah, saya ingin mengenang sedikit persinggungan antara kehidupan saya dan kehidupan beliau yang berlangsung singkat, hanya kurang dari 1 tahun itu. Berikut ini saya rangkum '10 Memorable Things Mula Harahap ever told me':

1. His Funny Experience in May Riot
"Waktu kerusuhan Mei 1998, semua orang sudah berlarian. Saat itu saya hampir dipukul oleh seorang tentara. Saya hardik tentara itu, 'wey kau jangan pukul saya! saya ini sudah tua!'. Namun saya terkejut ketika tentara itu balas menghardik, 'ya kalo sudah tua ngapain berkeliaran di sini?'

2. Restless While Welcoming Fasting Month
"Cuma satu kekhawatiran saya menjelang bulan Ramadan di kantor ini: nanti saya merokok dimana?"

3. 'Cablak' Mode: On
"Kau karyawan baru ya? Saya heran, kok masih karyawan baru udah banyak omong kau." (untungnya Beliau bukan berbicara kepada saya, melainkan teman saya, Aan, yang waktu itu masih karyawan baru)

4. Contemplating Indonesia
"Negara ini akan jauh lebih baik kalo orang-orang pintar yang menjalankan pemerintahan, bukannya orang-orang bengak itu."

5. Relishing Parallel Universe
"Seandainya dulu saya menetap di Amerika, mungkin udah kawin sama bule saya. Terus anak-anak saya pasti lucu-lucu, bertampang indo. Bisa laku main sinetron tuh."

6. The Same Direction with My Dream
"Kau bikinlah rumah-rumah atau kafe-kafe baca di kota kau Makassar itu. Saya dukung. Jangan cuma ruko sama mal aja yang diperbanyak!"

7. Hate Being Disrespected
"Orang ini gak tau adat. Udah tau dia yang perlu malah kita yang disuruh menunggu. Tai kucing!" (Sewaktu Pak Mula dan saya punya appointment dengan seorang rekan bisnis. Kami berdua sudah buru-buru pergi ke Hotel Century Park. Eh, pas udah tiba di sana, kami malah disuruh nunggu oleh si tamu agung dari M******* itu. Tai kucing memang, Pak! :D)

8. About How He Started His Publishing Company
"Waktu saya masih muda, saya suka menerjemahkan humor-humor di majalah luar macam Reader's Digest dan semacamnya. Nah waktu masih bekerja untuk salah satu perusahaan penerbitan, itu saja kerjaan saya. Bos saya nggak tau kalo setiap hari kerjaan saya cuma menerjemahkan cerita humor dari majalah-majalah. Lama-kelamaan, nggak terasa semua tulisan itu bisa jadi buku. Akhirnya saya jual. Ternyata banyak yang suka. Ah, negara ini memang hanya butuh dibuat ketawa."

9. Enjoying His Not-Cup of Tea
"Kemarin saya baca buku anak saya. Judulnya The Devil Wears Prada. Bagus juga ceritanya, meskipun saya nggak ngerti."

10. Respect Others
"Si anak itu, si Mahir. Kalau saya lihat-lihat, anaknya baik..." (begitu komentar beliau kepada salah seorang rekan kerja di kantor, segera setelah beliau pertama kali berkenalan dengan saya)

Ah, Anda juga orang yang sangat baik, Pak Mula...

Izinkan saya menutup postingan ini dengan mengutip percakapan dari film The Last Samurai. Ini terjadi di adegan ketika Kapten Nathan Algren (Tom Cruise) menghadap kaisar Jepang untuk melaporkan kematian panglima perang yang sangat dihormatinya.

"Tell me how he died (Ceritakan kepadaku bagaimana dia meninggal)," kata sang kaisar.

"I'll tell you how he lived (Akan kuceritakan kepada Anda bagaimana dia semasa hidup)," balas Kapten Algren. Perkataan itu membuat sang kaisar dan seluruh penonton terpana.

Saya harap, lewat postingan ini, saya memberi gambaran sedikit tentang pribadi Mula Harahap semasa hidupnya. Indeed, beliau adalah pribadi yang menakjubkan. Unik, tapi menakjubkan.

Selamat jalan Pak Mula, may your soul rest in peace...

p.s: Bagi yang ingin menikmati gagasan dan buah pikiran  beliau, silakan klik 'makam online' beliau di http://mulaharahap.wordpress.com/

<_mp_>

1 komentar:

Anonim mengatakan...

dia memang orang tua yang hebat!