Maybe I have told you once or twice about why the title of my novel is 'Here, After'. I said that I adored a title of a movie, so I decided to put its title on my novel.
But no, I'm not talking about 'Hereafter' (2010), film terbaru Clint Eastwood yang menampilkan Matt Damon sebagai salah satu cast-nya. Inspirasi itu datang lebih jauh lagi ke belakang, pada tahun 1997, yaitu sebuah film indie yang memenangkan Grand Prix di Cannes Film Festival berjudul:
The Sweet Hereafter
Saya pernah membuat suatu postingan di blog ini tentang judul-judul film terbaik menurut saya. Yap, menurut saya judul film ini sangat sweet dan sangat... menyentuh. Saat menulis postingan itu beberapa bulan lalu, saya sebenarnya belum menonton filmnya. Saya hanya membaca-baca beberapa sinopsis yang menampilkan cerita singkat film itu seperti ini:
"The Sweet Hereafter berkisah tentang sebuah kota kecil di Kanada. Di kota tersebut dua tahun yang lalu, terjadi sebuah kecelakaan bus sekolah yang merenggut nyawa hampir semua anak-anak di kota tersebut. Seorang pengacara berusaha menginvestigasi kecelakaan tersebut untuk mengangkat kasus ini ke ranah hukum. Namun tentu saja, dia akan bersinggungan dengan para orangtua korban yang sebenarnya menginginkan memori pahit tentang kecelakaan itu terkubur untuk selamanya."
*sinopsis ini kata-kata saya sendiri*
Kemarin, akhirnya saya menonton film tersebut, dan hasilnya... luar biasa. Seperti halnya sebuah film indie yang tema dan cara bertutur yang out of the box, film ini tidak menawarkan kesimpulan atau sebuah pemecahan masalah. Yang ditampilkannya adalah sebuah gambaran jujur dan getir bahwa sebenarnya... hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Seperti kesedihan para orangtua yang ditinggal mati para buah hati mereka di film ini. Tapi, itulah hidup. Rodanya terus berputar.
Jadi, jika harus mengambil moral to the story dari film arahan sutradara Atom Egoyan ini, saya mengutip saja salah satu quote-nya:
"...me, the children who survived, the children who didn't - that we're all citizens of a different town now. A place with its own special rules and its own special laws. A town of people living in the sweet hereafter."
MP

0 komentar:
Poskan Komentar