Rabu, 22 Juni 2011

ADJUSTED

Here on my own now after hours, 
Here on my own now on a bus. 
Think of it this way:
You could either be successful or be us.
(GET ME AWAY FROM HERE, I'M DYING
- BELLE AND SEBASTIAN)

Salah satu bait dari lagu band Inggris bernama Belle and Sebastian itu saya pilih untuk jadi pengantar postingan yang... ehm, sedikit mellow. Saya tiba-tiba saja ingin menulis postingan ini selepas menonton film 'The Adjustment Bureau' yang diangkat dari cerpen Philip K. Dick dan dibintangi Matt Damon + Emily Blunt.

To be honest, this is a disappointing movie. But, it could be counted into 'so-bad-it's-good' movie category. Saya suka sekali dengan premisnya, maka abaikanlah ending dan plotnya yang buruk dan cenderung aneh.

Premis yang saya maksud adalah cerita ini: Matt Damon berperan sebagai seorang politikus muda yang naik daun. Diramalkan, dengan karir cemerlangnya, dia akan bisa jadi Presiden USA di masa depan. Namun, tiba-tiba di tengah cerita dia bertemu dengan seorang penari balet cantik yang diperankan Emily Blunt. Bisa ditebak, mereka saling jatuh cinta.

Ternyata, kisah cinta kedua karakter utama inilah yang menjadi masalah. Jadi ternyata, nasib dan kehidupan setiap manusia telah ditentukan oleh sang Big Boss. Maka, terdapatlah puluhan petugas adjustment berbaju hitam yang bertugas untuk menyesuaikan hal-hal yang dianggap meleset dari rencana. Terlihat jelas, banyak simbolisasi agama bertebaran di film ini. Sosok Big Boss mengacu pada Tuhan dan para petugas adjustment diibaratkan sebagai malaikat-Nya. 

Nah, jika karakter Matt Damon memilih untuk hidup bersama Emily Blunt, ia akan mengacaukan garis hidupnya yang telah ditentukan oleh Big Boss: yaitu menjadi Presiden USA di masa datang. Begitu pula dengan Emily. Jika dia menikahi Matt, maka dia akan membuang potensinya untuk menjadi penari balet papan atas dunia. Maka, cerita film pun bergulir di seputar usaha para petugas adjustment untuk memisahkan kedua sejoli ini.


Well, saya mau kaitkan sedikit premis tersebut dengan kisah saya. Pardon my little 'curhat'. I used to be a overly-naive boy. Mungkin terlalu dibuai dengan happy-ending Hollywood, maka, If I had a girl, I really want her to be the last person to be with, until death do us apart. Itu seperti kata lagu lawas band White Lion.

Namun, sepuluh tahun kemudian, I can feel myself changing. Lagunya Belle and Sebastian dan plot 'The Adjustment Bureau' tadi seolah mengukuhkan ketegasan hati saya saat ini. Right now, I better think my life way out of romance. I can, somehow, have a girl. Tapi akan ada pengorbanan yang menghalangi jalan saya untuk, well, let's say, mencapai kesuksesan di masa depan. Seperti pada situasi di film 'The Adjustment Bureau' tersebut.

Then, when will I be thinking about romance again? Hmm, I just put it this way. Maybe the success of romance in my life will come right after my success in achieving all my dreams.

'You could either be successful or be us'. Saya membungkuk untuk memberi hormat kepada Belle and Sebastian atas kata-kata dalam lagu ini. Touche.

Yet, it's just me. How about you?

MP

1 komentar:

hilmy mengatakan...

Habis baca cerpen aslinya emang antara cerpen dan filmnya hampir bener-bener lepas sih. Btw The Adjustment Bureau tetep tayang di bioskop di Indonesia?