Selasa, 07 Juni 2011

(Another) Life-Changing Experience


Siapapun pasti pernah mengkhayal. Sah-sah saja kan? Nah, siapapun juga pasti pernah berlama-lama di kamar mandi sambil bernyanyi-nyanyi, lalu membayangkan bahwa dirinya sedang berada di depan audiens dan menjadi spotlight di sebuah konser. I tell you what, I do it all the time. Hehehe. Dari kecil sampai sekarang.

Ada yang pernah nonton film 'The King of Comedy' arahan Martin Scorsese yang dibintangi oleh Robert De Niro? Karakter De Niro di film itu diceritakan ingin sekali menjadi seorang stand-up comedian yang memiliki show sendiri dan ditonton ribuan orang. Nah, di salah satu scene, ditunjukkan bahwa cara De Niro berlatih berbicara di depan umum adalah dengan memasang poster bergambar ribuan audiens yang menontonnya. Ini dilakukannya untuk mengatasi rasa nervous (lihat gambar).


Well, pembahasan saya kok lompat-lompat gini ya? Intinya, saya ingin berbagi cerita sih sebenarnya. Tentang kedua hal di atas: tampil di depan umum. Bernyanyi sekeras-kerasnya. Gabungkan. Yap, jadinya: bernyanyi di depan umum. Sejak kecil, saya menyukai musik dan memiliki banyak vokalis band favorit. Johnny Rzeznik (Goo Goo Dolls). Jon Bon Jovi. Stephan Jenkins (Third Eye Blind). Brandon Flowers (The Killers). Dan masih banyak lagi. Saya kagum melihat atraksi mereka bernyanyi, menjerit di depan microphone dan berjoget, dimana audiens mengelu-elukan mereka. Minimal ngasih aplaus. Atau ngasih setangkai bunga (halah). Intinya (ini inti yg ke-berapa, sih?), saya ingin menjadi seperti mereka.

Nah, sebentar lagi impian itu akan menjadi kenyataan. No, I'm not into an indie band. I'm not one of the rich and hip kids yang super-gaul dan menganggap bermusik sebagai salah satu ajang mereka menjadi socialite. Bukan, saya juga nggak tergabung dalam sebuah band Melayu yang rekaman demi menjual suara mereka kepada operator-operator telepon untuk dijadikan ring back tone (RBT). Saya juga nggak se-desperate-desperate-nya sampai harus banting setir menjadi pengamen atau penyanyi orkes.

Saya cuma... yah, menyalurkan hobi saja. Seperti halnya hobi nulis (yang alhamdulilllah udah jadi novel yang diterbitkan). Kali ini, saya bergabung dalam sebuah band amatir bernama L-17. Anggota-anggotanya adalah anak-anak yang masih kuliah di Bandung dan semuanya berasal dari Sulawesi Selatan. Aksi pertama kami adalah ikutan audisi yang diadakan oleh salah satu kampus di Bandung, sekitar tiga minggu lalu. Waktu itu, kami diaudisi di dalam studio untuk dijadikan performer salah satu festival musik. Too bad, we didn't make it. Tapi, meskipun gagal, itu adalah pelajaran berharga banget bagi kami.


However, we've got ourselves a bigger show. Band kami, L-17 ini, akan tampil di salah satu ajang musik terbesar di Bandung: Fete de la Musique (Pesta Musik) 2011 yang akan diadakan di Centre Culturel Francais (CCF) Bandung. Eevent tersebut akan digelar pada 21 Juni 2011. I'm so excited!

After all, akhirnya ruang untuk membuat mimpi saya menjadi nyata itu telah meluas. Bukan hanya sekadar kamar mandi, tapi akan tampil di depan puluhan, mungkin ratusan audiens. Meskipun menjadi musisi bukanlah menjadi tujuan utama saya dan teman-teman se-band saya, event ini tetaplah merupakan sebuah life-changing experience. Wish us luck

Right after the show, I'll write you about our performance.

MP

0 komentar: