Tadi malam, selepas menyaksikan performance teman saya yang tergabung di salah satu band indie bossa-nova terkenal di Bandung, saya menunggu teman saya itu di luar stage. Tak lama kemudian dia datang, lalu, setelah mengobrol beberapa saat, dia mengenalkan saya kepada seorang temannya, wanita asal Prancis.
Beberapa menit setelah itu, teman saya pulang. Tinggallah saya dan si wanita bule. Kami bercakap-cakap dalam bahasa yang bercampur-campur antara bahasa Inggris, Prancis dan Indonesia. Tidak butuh waktu lama sampai kami sampai pada pembicaraan berikut:
Me : HOW LONG HAVE YOU BEEN LIVING IN BANDUNG?
Her: ALMOST A YEAR.
Me : UNTIL WHEN?
Her: I DON'T KNOW. WE'LL SEE.
Me : WILL YOU GO BACK TO FRANCE AFTER THAT?
Her: STILL, I DON'T KNOW. WELL, IT'S NEVER BEEN EASY. YOU KNOW, I HAVE LEFT EVERYTHING BEHIND... SO, HERE I AM...
Ah, saya tidak perlu lagi mengajukan pertanyaan lebih lanjut kepadanya. Segera setelah itu, saya mengalihkan pembicaraan ke hal-hal lain, seperti musik rock sampai beberapa tourist attractions di Bandung. Anything but talking about 'everything I've left behind'.
Saya hanya bisa mengangguk dan tersenyum penuh arti ketika dia mengatakan itu. Yah, kita semua tahu apa maksudnya. 'I have left everything behind'. Maybe it's happened to you. Or to me. Or everyone in this planet. Kebetulan saja pada saat itu, obyek percakapan ini adalah dia, si wanita Prancis tersebut.
I know... there's always a story inside the sentence that she said. But I guess, it's just better to... just leave everything behind.
And keep looking forward.
*I always love simple conversations with strangers*
MP
0 komentar:
Poskan Komentar