Rabu, 21 Desember 2011

Kabar Terakhir Sepakbola Swiss

I always want to be a sport journalist. Terutama karena saya penggemar sepakbola sejati. Jadi, ketika 2 minggu lalu saya berkesempatan menonton pertandingan Europa League antara FC Zurich melawan Vaslui, saya langsung membuat beritanya, seperti seorang reporter beneran, hehehe. Berikut ini liputannya, yang juga saya publish di http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/12/20/kabar-terakhir-sepakbola-swiss/

Zurich Hentikan Laju Vaslui di Liga Europa

FC Zurich mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi antarklub Eropa musim ini dengan kepala tegak. Meskipun sudah dipastikan tersingkir dan menjadi juru kunci grup B Europa League, mereka berhasil mengalahkan Vaslui di pertandingan terakhir. Pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Letzigrund, Zurich, tanggal 14 Desember 2011 tersebut, skor 2-0 sudah cukup bagi tuan rumah untuk membuat wakil Rumania itu tersingkir. Pendukung fanatik FC Zurich pun pulang ke rumah masing-masing dengan hati tenang.

Dua gol dari Oliver Margairaz dan Oliver Buff di babak kedua menegaskan keunggulan Zurich dari klub Rumania tersebut. Vaslui, yang diperkuat mantan bintang Bologna, Adailton Martins, tidak berhasil membuat peluang berarti di sepanjang pertandingan. Pertandingan itu sendiri berlangsung di bawah guyuran hujan dan hanya disaksikan oleh sekitar 6.000 penonton. Jumlah tersebut tidak sampai seperempat dari kapasitas total stadion yang mencapai 25.000.

Meskipun sudah dipastikan tidak lolos ke babak 32 besar, para pemain FC Zurich seolah tidak ingin kalah dengan saingan mereka, FC Basel, yang baru saja menorehkan prestasi gemilang lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan menyingkirkan Manchester United. Praktis, Vaslui hanya memperoleh satu peluang bersih sepanjang pertandingan melalui striker mereka asal Brasil, Bello, namun dipatahkan oleh kiper Andrea Guatelli. Setelah itu, praktis FC Zurich menguasai jalannya pertandingan.


Boleh jadi, para penggemar FC Zurich menyayangkan permainan cantik tim kesayangan mereka yang seolah terlambat. Ya, ini memang bukan musim yang menggembirakan bagi runner-up Liga Super Swiss musim lalu tersebut. Terdampar di peringkat 8 Liga Super Swiss, alias hanya dua strip di atas zona degradasi, tentunya sangatlah mengecewakan.

Padahal, Zurich memulai kampanyenya dengan peluang untuk tampil di Liga Champions musim ini bersama wakil Swiss lainnya, FC Basel. Apa daya, karena kalah kelas dari Bayern Muenchen, Zurich harus menyerah dengan skor agregat 0-3 dan terlempar ke fase grup Liga Europa. Di kompetisi kelas dua UEFA ini, FC Zurich tergabung ke grup B bersama Sporting Portugal, Lazio dan Vaslui. Pelatih FC Zurich, Urs Fischer, awalnya mencanangkan target untuk lolos ke fase 32 besar. Apa daya, kekalahan atas Sporting di matchday ke-lima mengubur impian tersebut.

Menunggu Kebangkitan Sepakbola Swiss

Jika dibandingkan dengan Indonesia, Swiss adalah negara yang sangat kecil, baik ditilik dari luas wilayah maupun jumlah penduduk. Namun, untuk urusan fanatisme terhadap tim sepakbola, warga Swiss boleh diadu. Persamaan Swiss dan Indonesia sekarang adalah, kedua Negara sama-sama menunggu kebangkitan sepakbola masing-masing. Jika Indonesia pernah berbangga menjadi tuan rumah final Piala Asia 2007, Swiss juga menjadi host Piala Eropa 2008 bersama Austria. Namun, pasca euphoria singkat mengalahkan Spanyol di pertandingan pertama Piala Dunia 2010, tim nasional Swiss tidak pernah lagi berprestasi. Swiss, yang ditangani pelatih bertangan dingin Ottmar Hitzfeld, sudah dipastikan hanya menjadi penonton di Piala Eropa 2012, setelah kalah bersaing dengan Inggris dan Montenegro di babak kualifikasi.

Di tingkat kompetisi antarklub Eropa 2011/2012, para wakil Swiss satu demi satu bertumbangan. FC Zurich disikat Bayern Muenchen sehingga terdepak dari Liga Champions, hanya untuk menjadi bulan-bulanan lagi di Liga Europa (lihat liputan di atas). Sementara wakil Swiss lainnya, yaitu FC Young Boys dan FC Thun lebih duluan tersingkir. Salah satu wakil lainnya, FC Sion, malah didiskualifikasi karena melakukan transfer pemain di luar batas waktu yang ditetapkan UEFA. Nama terakhir bias terancam sanksi lebih jauh lagi, karena sampai sekarang kasus tersebut masih berlarut-larut.

Untungnya, wajah sepakbola Swiss sedikit diselamatkan oleh kejutan FC Basel. Tidak ada yang menduga sebelumnya bahwa juara bertahan Liga Super Swiss itu ‘meledak’ di pertandingan terakhir penyisihan grup Liga Champions dengan mengalahkan finalis Liga Champions tahun lalu, Manchester United.

Bisa dipastikan, seluruh penggemar sepakbola Swiss akan meninggalkan atribut klub mereka masing-masing untuk mendukung satu-satunya wakil mereka di kompetisi Eropa musim ini, yaitu FC Basel. Di babak 16 besar, hasil undian mempertemukan Basel dengan tim yang sebelumnya menyingkirkan FC Zurich, yaitu FC Bayern Muenchen. Sampai sejauh manakah dukungan publik Swiss akan menyokong prestasi Basel musim ini? Kita tunggu saja.



Mahir Pradana

Pemerhati sepakbola dunia

Mahasiswa Universitat Bern, Swiss

0 komentar: