Ada banyak sekarang orang yang bikin buku diangkat dari Twitter. Ocehan-ocehan yang dianggap sekadar iseng dan nggak bermanfaat ternyata masih laku dijual ketika dikompilasi menjadi sebuah buku. Penulis-penulis besar seperti Moammar Emka, Djenar Maesa Ayu, bahkan selebriti seperti Indra Herlambang, semua sudah menelurkan buku based on tweets.
Di postingan ini, gue juga mau iseng bikin kompilasi beberapa tweet gue dalam beberapa waktu terakhir:
1. Tentang udara dingin di Swiss:
'Kota Bern hari ini sangat cantik, seperti wajahmu. Tapi juga sangat dingin, sedingin hatimu.'
'Kutitipkan hatiku kepada sang manusia salju, agar hatiku tetap merindumu. Meskipun panas terik datang, dan tubuh perlahan menghilang...'
'You know life is hard when you miss the last train home and have to walk at a minus 15 Celcius midnight before getting a taxi.'
2. Tentang so-called writer's block:
'Rasanya kelancaran 'diksi' memang berbanding terbalik dengan 'fiksi'. Ada akun Twitter 'diksimini' nggak sih? Kalo ada, gue follow langsung.'
'Terbangun dari tidur panjang itu... rasanya semua mimpi berceceran. Saatnya ditampung lagi dan dituangkan jadi tulisan.'
'When you're out of good books or a good time, a heart-warming blog is always the answer.'
3. Tentang hidup 'mandiri' alias 'sendiri':
'Goreng ayam, gosong. Bikin kopi, pahit. Bagaimana mau jadi bapak rumah tangga yang baik bagi seorang wanita karir kalau begini?'
'Baru beli lampu baru, sekarang ruangan kamar tidur jadi terang-benderang. Sekarang tinggal ruangan hati yang perlu diterangin, jangan gelap melulu.'
4. Tentang ketidak-update-an gue terhadap trend di Twitter:
'Apakah deskripsi profil Twitter 'follow aja dulu, kenal itu urusan belakangan (atau semacamnya)' memang lagi nge-trend?'
5. Free-thoughts:
'The most irritating thing about irritating people is that they never realize they are irritating.'
'I decline to quote other people's quote and decide to make my own quote. How is that for a quote?'
6. Tweet iseng tapi kontemplatif pada saat menonton pertandingan sepakbola Chelsea vs Manchester United:
'Pria sejati patut mencontoh Fernando Torres. Meskipun sering nembak tapi jarang berhasil, yang penting percaya diri sama ketampanan wajah sendiri.
'Adegan di depan gawang barusan: nembak, nggak, nembak, nggak. Ah, seandainya ada happy ending bagi pria malang seperti Fernando Torres.'
those are the quotes to remind myself someday, bahwa di kala otak lagi nganggur, ternyata imajinasi yang bekerja, dan hasilnya... not bad :D
MP
0 komentar:
Poskan Komentar